Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • moh.mardliyan10 7:18 pm on 11 September 2010 Permalink | Reply  

    Cerita Inspirasi 2 (non-pribadi) 

    Nama : Moh. Achor Mardliyan

    NIM : F34100005

    Laskar 22

    Cerita disadur dari sebuah perjalanan hidup yang dialami seorang mahasiswa IPB. . .

    Sebut saja mahasiwa tersebut bernama R. . . Si R adalah seorang anak yang bertipe “cukup liar”, selama SMA dia bisa disebut anak yang “bandel”. Tapi walaupun bandel, otaknya cukup cerdas untuk mengatasi materi-materi SMA. . . .

    Walaupun dia mudah terbakar emosinya, dan nakal, tapi dia anak yang aktif, bahkan dia pernah menjabat sebagai setua OSIS di SMA-nya. Itu lah yang menjadikan nilai plus baginya, dia menjadi disegani dan dihargai di lingkungannya. Si R juga berasal dari keluarga yang cukup terpandang dan ekonominya berkecukupan.

    Selama 3 tahun menjalani kehidupannya sebagai siswa SMA, banyak kejadian yang dialaminya, kaitannya dengan perangainya yang bandel. Kejadian yang paling mengesankan adalah saat dia dicopet dan dipukuli oleh beberapa preman di sebuah pasar, tapi untung saja dia masih bisa selamat dan pulang ke rumah walaupun dengan kondisi babak belur. Kejadian itu membuatnya agak jera untuk membangkang dari nasihat orangtua, dan sejak itu dia mulai mengubah kepribadiannya.

    Sewaktu lulus SMA, dia berhasil masuk IPB lewat jalur USMI di salah satu mayor Fakultas Pertanian. Saat diantar dan kemudian ditinggal orangtua-nya di Bogor, dia tak kuasa menahan tangis penyesalannya. Dia membayangkan semua perangainya selama ini, di sekolah, maupun terhadap orangtua-nya di rumah. Dia merasa sangat berdosa sering tidak mengindahkan kata-kata orangtuanya, sehingga saat harus hidup mandiri di Bogor dia harus berjuang tanpa mendapat tuntunan langsung dari orangtuanya. Dia juga menyesal selama ini kurang peduli kepada orangtuanya, hingga sekarang orangtuanya tinggal di rumah tanpa ada yang menjaga, hal itu sempat membuat dirinya mengkhawatirkan kedua orangtuanya.

    Dengan rasa ingin menebus kesalahannya, dia belajar sungguh-sungguh di IPB dengan giat dan ketekunan yang tinggi. Selama di IPB, dia pernah membuka usaha warnet bersama temannya, hasilnya lumayan buat uang saku. Dia juga pernah ikut magang di sebuah perusahaan selama beberapa bulan dengan gaji yang lumayan. Akhirnya, dia berhasil menjadi Sarjana Pertanian dengan IP sangat memuaskan. . . .

    Ternyata kehidupan barunya di IPB mampu mengubah pola pikir dan kepribadiannya dengan sangat baik, sehingga dia mampu mendapatkan hikmah dari semua yang dia lakukan di masa lalu. . . . Dan sekarang si R yang tadinya cukup bandel, sekarang sudah memegang jabatan Area Manager di sebuah perusahaan dengan sangat berwibawa. . . ^_^

     
  • moh.mardliyan10 7:17 pm on 11 September 2010 Permalink | Reply  

    Cerita Inspirasi 1 (pribadi) 

    Nama : Moh. Achor Mardliyan

    NIM : F34100005

    Laskar 22

    Cerita ini berawal dari keinginan seorang siswa bernama A, yang ingin sekali meraih prestasi setinggi-tingginya. . . .

    Diceritakan bahwa A memiliki potensi lebih di bidang akademik, dia merupakan salah satu siswa paling jenius di sekolahnya. Karena SMA-nya berada di daerah, maka prestasi yang diraih oleh SMA tersebut belum bisa sampai tingkat yang paling tinggi, karena kalah kualitas dengan sekolah-sekolah lain yang ada di kota.

    Pada suatu waktu, akan diadakan seleksi olimpiade sains untuk tim SMA-nya, si A ikut seleksi di bidang Matematika, tetapi dia gagal, akhirnya oleh gurunya si A “dibuang” ke bidang Kebumian(Geosains). Si A menekuni bidangnya dengan sungguh-sungguh dan didorong oleh semangatnya untuk bisa berprestasi setinggi-tingginya. Walaupun di SMA-nya tidak ada guru atau pun sumber buku yang bisa membantunya, tapi si A tidak pantang menyerah, hampir tiap hari dia berjam-jam duduk di warnet untuk searching semua bahan materi untuk kompetisi tersebut, hasilnya dikumpulkan dan di-print sampai memakan 500 lembar kertas HVS. Setelah 2 bulan, dengan kerja kerasnya tersebut, si A akhirnya dapat menembus ke tingkat nasional menjadi kontingen mewakili provinsinya bersama dengan 15 anak lainnya yang berasal dari kota-kota lain. Tentu saja hal ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh si A yang melakoni kompetisi tersebut tanpa dibantu guru atau pun buku.

    Selanjutnya, guna persiapannya menghadapi level nasional, si A dan anak-anak lainnya menjalani pemusatan latihan selama 1 bulan di sebuah univesitas. Hal menarik muncul lagi dalam fase ini, karena ternyata si A paling “sempit” pengetahuannya dibanding kan teman-temannya yang sudah mendapat bimbingan intensif sejak dulu dari gurunya, alhasil si A mengalami kesulitan untuk mengejar ketertinggalannya, tetapi sekali lagi, dengan dorongan semangat yang di luar batas normal, si A mampu mengatasi hal tersebut.

    Si A yang pada awalnya sempat dianggap remeh oleh teman-teman se-kontingen-nya, akhirnya mampu membuktikan kapasitasnya yang sesungguhnya. Di kompetisi nasional, peringkat si A melejit mengalahkan hampir semua temannya itu, dan tentu saja hal ini tidak disangka-sangka oleh teman-temannya tersebut. . . . . Dan hasilnya, si A dinobatkan sebagai salah satu peraih Medali Perak Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian. . . .

    Sungguh suatu cerita yang inspiratif untuk kita. . . . Mengajarkan kepada kita bahwa suatu kegagalan belum tentu awal dari kehancuran, di kisah ini malah terjadi sebaliknya. Selain itu, spirit yang luar biasa adalah pondasi kita dalam menggapai apa yang kita cita-citakan. Walau pun posisi kita berada di bawah tekanan pihak lain, jadikanlah tekanan itu menjadi pelecut semangatmu untuk membuktikan pada mereka semua bahwa KITA BISA!!!

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel